Seri Sosialisasi Penanaman Satu Milyar Pohon
One Billion Indonesian Trees for The World (OBIT)
Oleh: Hilda Nuzulul Fatma, S.Hut
Ayo menanam…..!!! Apabila mendapat himbauan seperti itu, apa yang terlintas dalam pikiran kita? Mungkin ada yang bertanya, “mau nanam apa?” Tanam padi? Tanam saham? Tanam kebaikan? Atau tanam yang lain?
Dalam rangka Gerakan One Billion Indonesian Trees for The World, tentu saja kita harus menanam Pohon. Tetapi makna dari kita menanam pohon itu ternyata kita juga menanam kebaikan didalamnya. Bagaimana tidak ? Dengan menanam pohon, banyak manfaat yang dapat kita ambil, bahkan bukan hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk makhluk hidup lain. Satu pohon yang kita tanam dan kita pelihara hingga tumbuh besar, ternyata menjadi tempat hidup berbagai macam binatang dan flora lain, seperti berbagai macam burung, semut, cicak, ulat, jamur, lumut, benalu, jasad renik di dalam tanah, dll. Berarti dengan menanam pohon, kita telah memberikan kebaikan bagi makhluk hidup lain yang hidup di pohon dan disekitarnya.
Pohon juga dapat mendaur ulang CO2 menjadi O2 melalui proses fotosintesis di daun. CO2 yang ada di udara, diolah menjadi karbohidrat dengan bantuan sinar matahari, dimana selain karbohidrat akan dihasilkan juga O2 yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk bernafas. O2 hasil fotosintesis juga akan membawa kesejukan dan kesegaran disekitar pohon. Apalagi dengan adanya isu pemanasan global, pohon merupakan solusi untuk menghilangkan CO2 diudara, dan menyimpan karbon sebanyak-banyaknya dalam batang pohon. Sangat disarankan apabila kita dapat menanam pohon disekitar rumah kita, karena pohon adalah penghasil O2 maka kita menyediakan udara yang bersih dan sehat untuk keluarga kita.
Pohon ternyata juga dapat meresapkan air hujan ke dalam tanah melalui batang dan akarnya, sehingga dengan adanya pohon akan meningkatkan jumlah air didalam tanah. Selain itu dengan adanya pohon, air hujan tidak langsung menghantam tanah dengan energi kinetiknya yang dapat menimbulkan lapisan atas tanah terkikis dan mudah tererosi.
Daun dan ranting pohon yang berguguran juga membawa manfaat lain, baik itu apabila diolah menjadi pupuk organic maupun apabila hanya dibiarkan menumpuk dibawah pohon. Daun dan ranting yang menumpuk di bawah pohon (sering disebut sebagai serasah) pada saat proses pembusukkannya, akan mengundang jasad renik untuk aktif di dalam tanah. Jasad renik tersebut akan membawa manfaat bagi kesuburan tanah.
Apabila yang kita tanam jenis pohon buah-buahan, tentu saja kita akan memetik hasil buah yang dapat kita konsumsi sendiri atau kita jual. Tetapi apabila yang kita tanam adalah pohon penghasil kayu, maka kayunyapun dapat kita panen sehingga dapat menambah penghasilan, baik itu untuk kayu bakar atau untuk kayu perkakas.
Setelah kita tahu manfaat menanam pohon, apakah hati kita sudah tergerak untuk menanam pohon disekitar tempat tinggal kita? Tidak ada tuntutan bagi kita, harus menanam berapa pohon, dengan satu pohon tetapi setelah menanamnya kita rawat/pelihara dengan sungguh-sungguh sehingga dapat tumbuh sehat dan membawa manfaat, itu lebih baik daripada kita menanam seratus tetapi tidak ada yang hidup. Tetapi alangkah baiknya apabila kita dapat menanam lebih banyak, karena akan membawa lebih banyak manfaat.
Kita selalu membayangkan, kalau menanam pohon berarti kita harus membeli bibit tanaman. Itu benar, karena kalau kita tidak dapat membuat sendiri bibit tanaman atau mendapat anakannya, kita harus membeli bibit tanaman. Tetapi dalam rangka menumbuhkan budaya menanam, alangkah baiknya apabila kita memanfaatkan biji tanaman, setelah kita makan buah, bijinya kita tanam. Atau melalui metode lain, yaitu dengan mencangkok atau menstek tanaman tersebut. Tapi dengan membeli bibit tanamanpun tidak ada ruginya apabila kita tahu akan banyak sekali manfaat kita dapat dengan menanam.
Menanam pohon dapat kita sesuaikan dengan tujuan penanamannya, sehingga dengan tahu tujuan penanamannya, kita dapat menentukan jenis tanaman yang akan kita tanam. Seperti misalnya untuk tujuan sebagai tanaman peneduh/perindang pekarangan/halaman rumah, sekolah, tempat ibadah, kuburan, kantor, maupun kanan kiri jalan maka jenis-jenis yang baik ditanam adalah jenis yang perakarannya dalam agar tidak merusak pondasi maupun jalan, dimana tajuknya rindang, umur hidupnya lama dan kayunya kuat/tidak mudah patah serta tidak mengandung zat-zat berbahaya. Apabila memungkinkan tanaman tersebut juga membawa manfaat lain misalnya menghasilkan buah yang dapat makan atau hasil lainnya seperti daun (untuk pakan ternak), maupun bunga. Beberapa tanaman yang baik sebagai tanaman peneduh antara lain : Trembesi, Jolali, Asam Jawa, Tanjung, Flamboyan, Dadap Merah, Kolbanda, Bungur, Akasia, Kersen, Mahoni, Ketapang, Cerme, Kenari, Saga/Segawe, Sawo, Rukem, Rambutan, Nangka, Nyamplung, Salam, Juwet, Manggis, Kayu manis, Kantil, Kenanga dll. Sedangkan untuk tujuan penanaman di tegal masyarakat (terutama di lahan-lahan kritis milik masyarakat) dimana jenis-jenisnya dapat dipilih sesuai dengan keinginan masyarakat, akan tetapi harus disesuaikan dengan agroklimat dan permintaan pasar. Jenis-jenis yang banyak dipilih adalah yang pertumbuhannya cepat (fast growing species) tapi harga jualnya juga baik seperti Sengon, Mindi, Gmelina (Jati Putih) dan Jabon. Selain itu untuk tanaman yang tidak sulit untuk pengembangbiakannya dapat kita pilih jenis Waru Gunung, Sono, Akasia atau Mahoni. Tetapi untuk daerah kering dan jenis tanah yang berbatu atau mengandung kapur biasanya masyarakat menanam Jati, Mahoni dan Akasia, karena jenis ini walaupun masa panennya lama tetapi nilai jualnya tinggi dan tahan pada kondisi ekstrim. Sedangkan jenis tanaman produktif yang banyak ditanam ditegalan, biasanya masyarakat senang menanam Apukat, Durian, Sukun, Langsep, Rambutan, Nangka, Kemiri, Melinjo, Kayu manis, Matoa, Jengkol, Pala dll.
Apabila kita mempunyai lahan yang dekat dengan sumber air atau dekat sungai, kita dapat menanam tanaman yang biasanya hidup disekitar sumber maupun sungai seperti, Bambu, Ficus-ficusan/Ficus sp (seperti Beringin, Elo, Bulu, Bendo dll), Kepuh, Apukat, Mindi, Sukun, Kaliandra, Pasang, dan Nangka. Jenis-jenis tersebut akarnya tunjang dan kuat mencengkram tanah, sehingga baik untuk konservasi tanah karena dapat mengurangi erosi tanah (longsor).
Menanam pohon pun tidak sulit. Untuk mempermudah kita dalam penyiraman sebaiknya kita menanam pohon pada saat musim hujan, dimana hujan telah turun secara terus menerus. Tetapi sebelum menanam, jangan lupa pada lubang tanamnya diberi pupuk secukupnya agar pohon dapat tumbuh optimal. Kalau bisa, kita gunakan pupuk organik (baik itu pupuk dari kotoran hewan yang sudah kering maupun kompos), karena dengan menggunakan pupuk organik tanah akan lebih berstruktur, gembur/remah, aerasinya baik, dan baik untuk perkembangan mikroorganisme di dalam tanah yang dapat menyuburkan tanah. Apabila pohon telah dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungannya, maka kita tidak perlu lagi memelihara. Mungkin hanya perlu memupuknya di awal dan diakhir musim penghujan. Itupun maksimal hingga umur pohon 3 tahun. Tidak serepot kalau kita menanam yang lainnya.
Tertarik untuk menanam ? Ajak keluarga, tetangga, rekan-rekan kita untuk ikut serta, karena banyak manfaatnya. Pilih jenis pohon yang kita suka, mudah dipeliharanya, bermanfaat secara ekonomi dan sesuai dengan tempat tumbuhnya. Kita mulai sekarang, menanam pohon untuk kebaikan seluruh makhluk hidup dan untuk dunia.